FKPT DKI Jakarta Gelar Dialog FILM SEBAGAI MEDIA PENYEBARAN GAGASAN DAMAI

07 Jun 2017, 17:22:21 WIB - dibaca 219 kali
KATEGORI BERITA : Nasional TAG BERITA : jakarta
FKPT DKI Jakarta Gelar Dialog FILM SEBAGAI MEDIA PENYEBARAN GAGASAN DAMAI

Pada hari Kamis (13/10/2016) berlangsung Dialog “Film sebagai Media Penyebaran Gagasan Damai”, yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi DKI Jakarta di Hotel Puri Mega, Jalan Pramuka 59Jakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 167 orang tersebut terdiri dari 101 siswa – siswi Sekolah Menenangah Tingkat Atas (SMA, SMK dan MA) se DKI Jakarta, 47 guru dan 19 undangan tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 WIB sd 16.30 WIB.

Dalam laporannya, ketua pelaksana Dialog yang juga ketua bidang pemberdayaan Pemuda dan perempuan FKPT Provinsi DKI Jakarta, Iflahah,  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan puncak rangkaian dari lomba video pendek “KITA BOLEH BEDA” yang digelar sejak 1 Agustus 2016 sampai dengan 30 september 2016. Peserta lomba adalah seluruh Siswa di Sekolah Menengah Atas di DKI Jakarta baik SMA, SMK maupun MA, baik sekolah Negeri maupun swasta. Peserta yang mengikuti dengan mengirimkan video ke Youtube dan melalui PO BOX 3133 JAKARTA 10031 sebanyak 62 video. Seluruh video yang dikirim kemudian diseleksi oleh Tim Dewan Juri yang terdiri dari Dandhy Laksono  (WatchdoC Production House), German G Mintapradja, M.Sn (Wakil Dekan III Fakultas Film dan Televisi IKJ) dan Andi Chahyadi, S.Sn (IndoBroadcast Production). Tampil sebagai Juara I adalah SMA Negeri 3 yang beralamat Jalan Setia Budi II, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan dengan judul video “don’t judge a book by it;s cover”. Selanjutnya 3 besar pemenang lomba akan mengikuti kompetisi lomba video pendek tingkat nasional, pungkas ketua panitia pelaksana yang juga aktivitis Muhammadiyah ini.

Memberikan sambutan sekaligus membuka dialog, Kasubdit Kewaspadaan Deputi I BNPT Republik Indonesia Dr. Andi Intan Dulung, M.Hi, menyampaikan bahwa program ini merupakan program nasional dalam menarik peran serta anak muda khususnya siswa SMTA dalam menjadi bagian kampanye kotra radikalisme dan terorisme.  Progam ini juga didasari pada fakta baik melalui data penelitian seperti LAKIP, STARA INSTITUTE maupun data di Densus 88 Mabes  POLRI menunjukkan bahwa  pelaku teror baik yang tertangkap maupun pelaku bom bunuh diri sebagian besar adalah anak muda dengan rentang usia 16 sd 29 tahun. Oleh karena itu pelibatan anak muda, dalam hal ini siswa – siswi SMTA menjadi  suatu penting. Selanjutnya disampaikan bahwa lomba ini diikuti oleh 32 provinsi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi, dan saat ini DKI Jakarta merupakan urutan ke 25. Juga disampaikan apresiasi bahwa Peserta DKI Jakarta merupakan peserta terbanyak dari 25 provinsi yang sudah melaksanakan yakni sebanyak 62 peserta. Mengakhiri sambutannya, Dr. Andi Intan Dulung, M.Hi mengharapkan siswa dapat menyebarluaskan film ini dengan memanfaatkan media sosial youtube yang kemudian di share ke Facebook, twitter dan medsos lainnya yang disamping memperluas kampanya kontra radikalisme dan terorisme juga terbuka juara “most favorite vote” dengan views terbanyak mendapatkan hadiah sebesar 5 juta rupiah.

Dialog yang digelar sejak Pukul 9.30 sampai dengan 16.30 ini menghadirkan 4 pembicara. Dialog Dibagi dalam 2 Sessi, sessi 1 dengan pembicara Andi Chahyadi, S.Sn (Indobroadcast Production), Muhammad Rizki Maulana (Yayasan Prasasti Perdamaian), Pada sessi 1 ini didahului dengan pemutaran film “JIHAD SELFIE” karya Nurhudda. Narasumber Muhammad Rizki, memberikan ulasan terhadap film “JIHAD SELFIE” dengan suatu kesimpulan bahwa media sosial internet memberikan pengaruh luar biasa pada anak muda, dengan media sosial ini 500 anak muda Indonesia bergabung pada ISIS. Narasumber Andi Chahyadi, mengulas bahwa membuat film itu mengasikkan apalagi jika metodologinya menguasai, juga merupakan kepuasan tersendiri jika orang lain merasa senang menonton apa yang kita buat. Pada Sessi 2, Narasumber Ridwan Saidi (Budayawan) dan Wawan Purwanto (Rektor Sekolah Tinggi Inteligen Negara). Narasumber Ridwan Saidi pada konteks tema Transformasi Faham Radikal dikalangan Pemuda dan Perempuan dengan gaya khasnya menyampaikan “ Doktrin-doktrin terorisme ini berbahaya karena mereka hanya mengandalkan khayalan. Sekolah harulah mampu membangun karakter anak didiknya, propaganda teroris yang cara kerjanya menyuruh kagum kepada dia karena ketika kagum sama dia maka akan mengikuti dia entah karena omongannya, sikapnya. Cara menangkal terorisme yang paling ampuh dari diri kita sendiri, karena mereka ahli dalam merekrut orang-orang untuk ikut terorisme, kalau mau jauhin ya tinggalin aja jangan sembarangan komunikasi di jalan dengan yang orang tidak dikenal. Kita harus saklek harus lugas. Jangan mau komunikasi terlalu lama dengan orang yang tidak dikenal harus berhati-hati. Kita tidak cari kebenaran di jalan kita cari keamanan buat diri kita sementara jakarta saat ini seperti itu kita harus punya kesadaran. Ini NKRI berdasarkan Pancasila. Kita damai di Indonesia”. Disambung oleh narasumber Wawan Purwanto menyampaikan fakta fakta Fenomena Arab Spring di kawasan Timteng terhenti di Syiria,  banyak simpati terhadap perjuangan di syiria sehingga anak muda ingin berperang di syiria seperti anaknya imam samudra namanya umar umur 19 tahun mati di Syiria, Propaganda ISIS memang anak muda, mereka merekrut anak-anak muda yang masih polos, diajak dengan seolah oleh berjuang untuk membela agama lalu dilakukan cuci otak, sampai meyakini bahwa Al baghdadi diyakini sebagai khalifah, apalagi ada fakta di IRAK al Baghdadi dengan 2.000 pasukan memukul mundur 60.000 pasukan irak, yang juga mereka sebut sebagai perang badar 2.

Pada kesempatan terpisah, Ketua FKPT DKI Jakarta, H. Zainal Musappa, MM menyampaikan bahwa sejak dibentuk FKPT DKI Jakarta pada bulan Pebruari 2013 oleh BNPT RI, FKPT DKI Jakarta telah melakukan beberapa kegiatan baik bersifat sosialisasi, penelitian maupun Focus group discussion. Khusus sasaran anak muda FKPT DKI Jakarta memberikan perhatian serius mengingat data bahwa pelaku teror baik yang tertangkap maupun yang melakukan bom bunuh diri 98 % adalah anak muda usia dibawah 29 tahun. Oleh karena itu menurut Zainal Musappa, program untuk Anak Muda terhadap upaya pencegahan terorisme pada tahun 2013 dilakukan sosialisasi kepada Rohis SMTA se DKI Jakarta, kemudian tahun 2014 dilakukan penelitian dan fgd dengan kelompok sasaran Remaja Masjid, Siswa SMTA dan Tokoh Pemuda, tahun 2015 dilakukan Sosisalisasi terhadap 7.200 siswa SMTA dengan menyasar 180 sekolah, dan memperoleh Rekor Muri sebagai sosialisasi terbanyak se Dunia dari Yayasan MURI Indonesia yang diserahkan langsung Jaya Suprana di Balaikota Jakarta pada 1 Oktober 2016, kegiatan Video pendek ini merupakan inspirasi dari Kegiatan MURI yang disamping dilakukan ke sekolah juga di upload ke youtube dengan 180 video dan dapat dilihat di web www.jagajakarta.net. Setelah kegiatan lomba video pendek akan dilaksanakan sosialisasi kepada 1.440 tokoh masyarakat tingkat RW dengan sebaran 42 kecamatan. Kegiatan ini didasari pada hasil penelitian terhadap 7.200 siswa SMTA pada tahun 2015 yang cukup mengejutkan terhadap pemikiran bahwa simpati pada ISIS dan bunuh diri sebagai cara perjuangan. Tentu anak – anak ini dipengaruhi oleh lingkungannya oleh karena itu perlu sosialisasi kepada lingkungan, yakni pengurus RT dan RW.

Acara dialog ditutup dengan Pengumuman Pemenang Lomba Video Pendek dan Pembagian Hadiah.

Lihat Foto Terkait

 

 





  Tentang Penulis

by : @fkptdki
ayo Jaga Jakarta
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

*Komentar Anda Akan di verifikasi terlebih dahulu oleh admin sebelum ditampilkan