FKPT DKI Jakarta menyelengarakan Dialog dan Pembekalan Metode Dakwah Pencegahan Radikal Teroris

FKPT DKI Jakarta menyelengarakan Dialog dan Pembekalan Metode Dakwah Pencegahan Radikal Teroris

Mayjen  R. Gautama Wiranegara SE, Sestama BNPT:

“Dialog ini bertujuan untuk mencapai pemahaman tentang arti radikalisme dan pencegahannya. Kehadiran para tokoh agama disini membuktikan kepedulian terhadap bangsa dan negara.”

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta mengadakan dialog yang bertajuk "Pelibatan Da’i Dalam Program Islam Damai Untuk Pencegahan Terorisme". Sekitar 200 orang perwakilan da’i se-Jakarta tampak antusias mengikuti acara yang berlangsung di Hotel Sriwijaya,Jakarta Pusat, (20/4/2016). Kegiatan ini merupakan kegiatan kelima yang diselenggarakan FKPT DKI Jakarta bidang agama, pendidikan dan dakwah yang bekerjasama dengan BNPT RI.

FKPT adalah Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme di Daerah yang dibentuk oleh BNPT, dan terkoordinasi kepada Kepala BNPT melalui unit kerja terkait secara bertingkat, yakni Subdit Kewaspadaan, Direktorat Pencegahan, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT.

“FKPT sebagai mitra strategis pencegahan terorisme di daerah merupakan bentuk konkret sinergi antara pemerintah, dalam hal ini BNPT bersama Masyarakat, mencegah terorisme dan membendung radikalisme dengan cara meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini masyarakat.” Ujar Sestama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI. R. Gautama Wiranegara, SE yang berkesempatan membuka acara tersebut.

Lebih lanjut Gautama Wiranegara memaparkan Hasil penelitian potensi radikal yang dilakukan oleh BNPT bekerjasama dengan The Nusa Institute pada 2011 di 32 provinsi menunjukkan tingkat kewaspadaan terhadap radikalisme mencapai 66,3 %. Hasil yang mengejutkan dari penelitian ini bahwa pengurus masjid dan guru sekolah madrasah adalah kelompok yang memiliki tingkat bahaya paling tinggi, masing-masing 15,4 %. Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa masjid dan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan menjadi sarana penyebaran paham radikal. Kenyataan pada dua kelompok ini mengindikasikan bahwa institusi agama memiliki kerentanan yang tinggi tersusupi paham radikal; atau radikalisme agama adalah persoalan yang sangat mendasar dan perlu mendapat perhatian yang serius.

Masjid menjadi titik sentral gerakan radikalisme yang berhasil dan efektif oleh sebab masjid menjadi pusat kehidupan keagamaan di masyarakat. Melalui aktivitas dakwah di masjid-masjid, kelompok-kelompok radikal melakukan dominasi penerjemahan agama dan mempengaruhi keberagamaan masyarakat. Masjid menjadi legitimasi, pengesahan, dan pembenaran utama bagi paham-paham radikalisme. Karena itu, penting melakukan penyuluhan terhadap organisasi-organisasi Islam terutama terhadap pengurus dan remaja-remaja mesjid agar mudah melakukan upaya deradikalisasi atau kontraradikal dan mengembalikan peran mereka secara baik di masyarakat.

Keragaman dalam memahami teks keagamaan dan bersikap sesuai pemahaman atas teks tersebut adalah sebuah keniscayaan. Sejarah pemikiran agama-agama selalu mencatat lahirnya corak pemikiran yang beragam. Dalam Islam, misalnya, dikenal kelompok khawarij, syiah, sunni, mu’tazilah, dan sebagainya. Dalam perkembangannya, pemikiran Islam dapat dibagi dalam tiga kelompok besar: pertama, kelompok ekstrem kanan, yaitu kelompok yang memiliki kecenderungan memahami teks-teks agama secara literal, ketat, dan kaku. Kelompok ini berpandangan bahwa umat Islam harus dikembalikan kepada pemahaman dan tradisi keagamaan sesuai dengan apa yang dipahami pada masa Nabi saw dan para sahabatnya (as-salaf ash-shalih). Karena itu, atribut-atribut keagamaan yang melekat padanya disesuaikan dengan atribut-atribut keagamaan pada masa terdahulu. Dalam upayanya itu, mereka mengutip teks-teks keagamaan dan karya-karya ulama klasik (turats) sebagai landasan dan kerangka berpikir, tetapi memahaminya secara tekstual dan terlepas dari konteks kesejarahan. Kedua, adalah kelompok ekstrem kiri, yaitu kelompok yang memahami agama secara longgar karena lebih menekankan pada pemahaman konteks dari teks-teks keagamaan (Muchlis M. Hanafi, 2013: 2). Berbanding terbalik dengan kelompok pertama, kelompok kedua ini lebih banyak memahami teks-teks agama dengan menyesuaikan konteks kekinian dan kemodernan. Bahkan seringkali dilakukan dengan mengorbankan makna teks demi kepentingan konteks.

Pencegahan radikalisme dan terorisme merupakan tugas bersama segenap elemen masyarakat. Pasalnya, radikalisme dan terorisme merupakan musuh bersama (common enemy) kemanusiaan. Pemerintah dan aparatnya tidak akan mungkin sanggup dalam upaya pencegahan jika tidak melibatkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pendidik, dan selainnya. Diperlukan upaya sinergi seluruh pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman radikal terorisme. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan segenap unsur pendidikan yang menjadi opinion leader di dalam masyarakat harus dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya penguatan dan implementasi nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan nilai kebangsaan dalam mencegah berkembangnya kelompok radikal terorisme di kehidupan sehari-hari (Agus SB, 2012). Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat secara terus menerus, khususnya Da’i mengenai pencegahan paham radikal dan terorisme dalam perspektif dakwah sebagaimana kegiatan kita pada saat ini. Sebagai upaya meningkatkan kapasitas Da’i dalam berdakwah. Kegiatan ini dibagi dua sesi, sesi pertama dialog dan sesi kedua adalah pelatihan dalam peningkatan kapasitas Da’i dalam berdakwah. Dengan harapan, agar supaya para Da’i bersinergi dalam program pencegahan paham radikal dan terorisme.  Dengan kegiatan ini, kami selaku pihak pemerintah dan masyarakat pada umumnya mengharapkan terciptanya kehidupan yang damai, tentram dan nyaman. Tim Media FKPT DKI





  Tentang Penulis

by : @fkptdki
ayo Jaga Jakarta
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

*Komentar Anda Akan di verifikasi terlebih dahulu oleh admin sebelum ditampilkan