FKPT DKI Jakarta Selenggarakan Dialog Publik Peran Tokoh Pendidikan dalam Pencegahan Terorisme

21 Okt 2015, 13:45:18 WIB - dibaca 671 kali
KATEGORI BERITA : Nasional TAG BERITA : jakarta
FKPT DKI Jakarta Selenggarakan Dialog Publik Peran Tokoh Pendidikan dalam Pencegahan Terorisme

Fakta menunjukkan bahwa Pelaku Teror sebagian besar berusia dibawah 30 tahun yaknisebanyak 59% dan dari Tingkat Pendidikan sebanyak 78% berpendidikan paling Tinggi SLTA (termasuk SD, SMP, Drop out SLTA) (INSEP dan Densus 88, 2012). Dari data ini tentu dapat kita simpulkan pelaku teror masih sangat muda dan dengan pendidikan dibawah SLTA, untuk itulah kemudian FKPT DKI Jakarta memandang penting peran Pendidik dalam mencegah terorisme.

Bertempat di Hall of Blessing, ITC Cempaka Mas Office Tower Lantai 12 Tanggal 20 Oktober 2015 berlangsung Kegiatan Diskusi Publik Peran Tokoh Pendidikan dalam Pencegahan Terorisme di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 tersebut diikuti oleh 230 Peserta, terdiri dari Guru dan Kepala Sekolah SLTA Negeri dan Swasta, Guru PAUD, Penggiat Pendidikan dan Unsur Pemerintah DKI Jakarta.  Tema yang diusung merupakan upaya untuk mengajak Tokoh Pendidikan di DKI Jakarta untuk bersama sama mencegah terorisme, khususnya bagi Siswa SLTA yang dalam faktanya merupakan usia yang rawan dibujuk kelompok Teroris.

Dalam kegiatan tersebut berlangsung 3 Sessi. Sessi 1 terdiri dari 2 Pembicara Pembicara 1 H. Zainal Musappa dan Pembicara 2 Dr. Fathurin Zen, SH, M.Si dengan Moderator Drs.Fahrudin, Msi(Jurnal Demokrasi, Tim Media Bawaslu DKI Jakarta).  Pada Pemaparan Pembicara Pertamayakni H. Zainal Musappa, MM Ketua FKPT DKI Jakarta,  disampaikan tentang definisi Terorisme dan upaya yang sudah dilakukan oleh FKPT Provinsi DKI Jakarta dalam mencegah Terorisme terjadi di Jakarta. Masih menurut Zainal Musappa, FKPT dalam interaksi dilingkungan Pendidikan sejak 2013 telah melakukan upaya cegah terorisme dimulai dengan kegiatan pembekalan pada Pengurus Rohis SLTA se DKI Jakarta, kemudian pembekalan guru, dosen, mahasiswa, siswa dan pemuda serta remaja masjid agar tidak terjerumus dalam aksi teror. Masih Menurut Zainal Musappa yang dilantik menjadi Ketua FKPT DKI Jakarta pada tanggal 6 Pebruari 2013, pada 1 Oktober FKPT DKI Jakarta mendapat Rekor MURI setelah secara masif melakukan Sosialisasi Anti Terorisme terhadap 180 sekolah atau 7.200 siswa SLTA di DKI Jakarta tercepat dan terbanyak di Dunia. Rekor ini dinobatkan oleh MURI Sebagai rekor dunia, pada kegiatan yang berlangsung sejak 4 sampai dengan 30 September 2015.

Pembicara kedua Dr. Fathurin Zen, SH, M.Si Kepala Bidang SLTA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dengan Judul Optimalisasi Peran Pendidikan dalam mencegah Terorisme.  Dr. Fathurin Zen, SH, M.Si yang juga Penulis buku Radikalisme Retoris menyampaikan bahwa potensi terorisme pada Siswa SLTA ada, hal ini muncul terhadap proses penerimaan nilai tentang paham dan kesepakatan terhadap paham. Paham keagamaan tertentu menjadi ideologi yang dianut siswa bisa jadi beragam yang didapat dari berbagai sumber. Kondisi ini sah saja sebab proses transfer pengetahuan berbeda setiap siswa. Persoalan kemudian muncul ketika paham di pahami sebagai kesepakatan paham. Memutlakkan satu paham sebagai sebuah kesepakatan yang dianggap telah disepakati sehingga ketika terjadi perbedaan maka yang berbeda itu adalah musuh.

Pada Sessi ke dua  menghadirkan Pembicara ke tiga Profesor Dr. Bedjo S dan Brigjend Pol Drs. Hamidin. Dimoderatori oleh DR. Avid Sholihin (Sekjen DDII). Pada paparannya Pembicara ketiga Prof. Dr. Bedjo S, Guru Besar Universitas Jakarta menyampaikan Peran Penting Keluarga dalam Pembangunan Karakter Generasi Muda untuk menangkal Radikalisme di Masyarakat. Pada paparannya Prof. Bedjo yang pernah menjadi Rektor UNJ ini menyampaikan bahwa gerakan radikal berciri memaksakan pengaruh atau kehendak dengan mencela ide dan gagasan yangs udah ada. Cara memaksakan ini menggunakan berbagai pendekatan termasuk cara cara kekerasan melanggar hukum, maka kemudian penting membangun pemahaman ke Indonesiaan dengan 4 konsesus / Pilar kebangsaan.

Pembicara keempat Brigjen Pol Drs. Hamidin Direktur Pencegahan BNPT RI, menyampaikan fakta bahwa Pelaku Teror sebagian besar berusia dibawah 30 tahun yakni sebanyak 59% dan dari Tingkat Pendidikan sebanyak 78% berpendidikan paling Tinggi SLTA. Mantan Kapolres Jakarta Pusat ini juga menyampaikan ISIS effect merupakan fenomena yang harus diwaspadai, sama seperti Mujahidin effect of Afganistan.

Pembicara kelima menghadirkan Motivator JagaJakarta, Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM, mengambil Judul Revolusi Mental Dunia Pendidikan untuk Mencegah Radikal Terorisme di DKI Jakarta. Motivator yang juga penulis buku 7 Mukjizat Finansial ini memaparan potret hitam dunia pendidikan yang menyoroti tentang Kriminalitas Siswa dan Kekerasan Seksual pada Siswa. Dan fakta mencengangkan seorang anak cerdas Dani Dwi Permana usia 18 Tahun Alumni SMK Yadika Bogor menjadi pelaku terorisme. Melihat fakta ini para pendidik di SLTA  seharusnya tidak mengajar monolog, monoton dan transfer mata pelajaran saja, namun mampu mengubah perilaku siswa, mampu melindungi siswa dari paham radikal. Masih Menurut Hamry, yang juga Motivator Jagajakarta ada 5 elemen revolusi mental dunia pendidikan yakni perubahan mindset, totalitas komunikasi, identifikasi bakat, minat dan passion siswa, aplikasi metoda enterpreneur dan mewadahi aspirasi siswa. Akhirnya dengan Motto Guru Hebaat akan menghasilkan Indonesia Hebat menjadi Tekat semua guru.

Selain menampilkan pembicara juga diadakaan MoU dalam mencegah terorisme di Lingkungan Pendidikan di DKI Jakarta antara BNPT RI, FKPT DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. MoU ditandatangani oleh Brigjen Pol Drs Hamidin Direktur Cegah FKPT DKI Jakarta, Zainal Musappa, MM Ketua FKPT DKI Jakarta dan Dr. Arie Budhiman Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

LIHAT GALERI TERKAIT





  Tentang Penulis

by : @fkptdki
ayo Jaga Jakarta
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

*Komentar Anda Akan di verifikasi terlebih dahulu oleh admin sebelum ditampilkan