Pasca Teror Kampung Melayu, FKPT DKI Jakarta adakan Penelitian

13 Jun 2017, 16:07:50 WIB - dibaca 224 kali
KATEGORI BERITA : Jagajakarta TAG BERITA : jakarta
Pasca Teror Kampung Melayu, FKPT DKI Jakarta adakan Penelitian

Keterangan Gambar : FKPT DKI Jakarta adakan Penelitian


Teror Bom di Kampung Melayu (24/5/2017) mengejutkan kita semua.  Dan peristiwa ini membuka fakta bahwa Pelaku Teror itu ada disekitar kita, mereka akan berpesta kapan pun mereka mau, tanpa kita dapat memprediksinya.  Menyikapi kondisi tersebut, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi DKI Jakarta mengadakan Penelitian Tentang Daya Tangkal Masyarakat terhadap Radikal Terorisme di Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Ketua Tim Peneliti, Mas’ud Halimin, penelitian ini bukan mencari faktor munculnya Radikal Terorisme, tapi mendapatkan gambaran seberapa kuat daya tangkal masyarakat terhadap paham Radikal Terorisme di Provinsi DKI Jakarta. Dalam kesempatan terpisah, ketika membuka acara Pelatihan untuk para petugas survey (enumerator), ketua FKPT Provinsi DKI Jakarta memaparan pentingya mengetahui seberapa kuat daya tangkal masyarakat terhadp paham Radikal terorisme ini. Hal ini penting untuk melakukan upaya pencegahan dengan Kontra pemahaman radikal terorisme.  Masih menurut Ketua FKPT DKI Jakarta, H. Zainal Musappa, penelitian kali ini adalah penelitian yang ke 5 dengan berbagai sudut pendekatan. 

Dalam penelitian ini, FKPT Provinsi DKI Jakarta menerjunkan 25 petugas Survey (enumerator) yang merupakan petugas yang direkrut dari Kelompok Diskusi Pencegahan Terorisme 5 Wilayah Kota dan secara khusus merekrut dari Satgasus FKPT DKI Jakarta. Sebelum diterjunkan petugas survey (enumerator) dilatih (coaching), yang dilaksanakan selama 1 hari di Hotel Golden Boutiq Jl. Angkasa No 1. Kemayoran. Jakarta Pusat, tanggal 31 Mei 2017. Petugas Survey akan melakukan Penyebaran Kuesioner dan Wawancara kepada Responden yang telah ditentukan sesuai metodologi penelitian.  Menurut Ketua Bidang Penelitian FKPT Provinsi DKI Jakarta, Dr. Asep Supena, M. Psi, petugas yang diturunkan sebanyuak 25 orang ini terbagi dalam 5 Wilayah Kota, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Setiap Kota terdiri dari 5 Orang, 1 Orang Leader dan 4 orang anggota. Setiap enumerator meneliti 12 responden. Sehingga secara keseluruhan setiap kota adalah 60 responden dan ditingkat provinsi sebanyak 300 responden. Masih menurut Dr. Asep Supena, M.Psi yang juga Dosen di Universitas Negeri Jakarta, selain petugas survey (enumerator) juga ada petugas Validasi Data dan entri data. 

Menurut Dr. Asep Supena, M.Psi, tahapan survey ini adalah Perekrutan Petugas Survey (enumerator), kemudian petugas di latih (coaching), lalu petugas turun ke Lapangan melakukan survey sesuai instrumen penelitian yang sudah disiapkan, data terkumpul kemudian di entri oleh petugas entri data, setelah data di entri kemudian petugas validasi data akan melakukan validasi terhadap data – data penelitian terbut. Kegiatan penelitian ini berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 12 Juni 2017. Hasil penelitian ini akan diumumkan pada bulan Oktober 2017. (fkptdki)





  Tentang Penulis

by : @fkptdki
ayo Jaga Jakarta
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

*Komentar Anda Akan di verifikasi terlebih dahulu oleh admin sebelum ditampilkan